BANTUAN CNC SMK

by Arif Fatcul | 22.38

Alhamdulillah, Pada tanggal 10 Januari 2012, SMK Islam 1 Blitar menerima bantuan berupa mesin bubut CNC. Wow senangnya, karena diriku gurunya. heee
Penyerahan dilakukan di SMK N 2 Klaten. Katanya nilai bantuan CNC ini adalah sekitar 250 Juta rupiah. Sebagai kelengkapan dari bantuan ini akan diberikan training juga kepada gurunya. Doaku ... semoga bantuan ini dapat barokah, bermanfaat bagi anak didik.




Untuk mempermudah mengajar mesin ini, aku coba buat semacam tutorial singkat untuk menjalankan mesin ini. Jadi pada waktu mengajar pengoperasian, anak-anak membaca tutorial ini sambil memperhatikan demonstrasi guru.




Untuk memberi pengalaman mengoperasikan CNC GSK928TEa ini, ujikompetensi tahun ini bagain poros "roda gelinding pagar" dikerjakan di mesin CNC.

Download buku manualnya disini.
~ Dari gsk.com
~ Dasar pemrograman mesin bubut GSK928TEa dari pak Sentot


Bahan mild steel, T0101 (Raving), T0202 (Finishing), T0303 (Groove), T0404 (Thread 60deg), Workpart (101 mm dari mulut cekam), Z0 (pada 100 mm dari mulut cekam)
G-codenya :
N000 G28 X0
N010 G28 Z0
N020 T0101
N030 M08
N040 G97 S600
N050 M04
N060 G00 X25 Z5
N070 G01 Z-60.8 F150
N080 G00 X27 Z-59.8
N090 G00 Z5
N100 G00 X24
N110 G01 Z-60.8
N120 G00 X26 Z-59.8
N130 G00 Z5
N140 G00 X22
N150 G01 Z-60.8
N160 G00 X24 Z-59.8
N170 G00 Z5
N180 G00 X20
N190 G01 Z-60.8
N200 G00 X22 Z-59.8
N210 G00 Z5
N220 G00 X18
N230 G01 Z-60.8
N240 G00 X20 Z-59.8
N250 G00 Z5
N260 G00 X17.3
N270 G01 Z-60.8
N280 G00 X26 Z-59.8
N290 G00 Z5
N300 G00 X16
N310 G01 Z-23.7
N320 G00 X26 Z-22
N330 G00 Z5
N340 G00 X14.3
N350 G01 Z-23.7
N360 G28 X0
N370 G28 Z0
N380 T0202
N390 G00 X16 Z1.5
N400 G01 X0
N410 G00 Z5
N420 G00 X16
N430 G00 Z1
N440 G01 X0
N450 G00 Z5
N460 G00 X16
N470 G00 Z0.5
N480 G01 X0
N490 G00 Z5
N500 G00 X16
N510 G00 Z0
N520 G01 X-0.5
N530 G01 X14 L1 F100
N540 G01 Z-24
N550 G01 X17 L1
N560 G01 Z-61
N570 G01 X23.4
N580 G01 X28 Z-63
N590 G28 X0
N600 G28 Z0
N610 T0303
N620 G00 X18 Z-24 F25
N630 G01 X12
N640 G28 X0
N650 G28 Z0
N660 T0404
N670 G00 Z-23
N680 G00 X14
N690 S250
N700 G76 D2.546 I0.5 Q0.1 P60 L2 R0.1
N710 G76 X11.544 Z2 P2
N720 G28 X0
N730 G28 Z0
N740 T0303
N750 G00 X28 Z-72.4
N760 G01 X23 F25
N770 G00 X28
N780 G28 X0
N790 G28 Z0
N800 T0101
N810 M05
N820 M09
N830 M30



Read More......

CNC home made

by Arif Fatcul | 07.48

Akhirnya kesampaian juga bereksperimen merangkai kontrol CNC dengan software mach3. 2 stepper motor dirangkai dengan Power supply DC30V, breakout board, dll, lalu dihubungkan dengan komputer lewat LPT, terus coba setting mach 3 terus dicoba pake g-code dan hasilnya motor untuk sumbu X bisa berputar dan motor untuk sumbu Y juga berputar sesuai g-code, sumbu Z-nya belum karena memang belinya motor cuma 2 buah. Horeee tahapan ini terlampaui dengan cukup sukses. Mo dilanjutkan ke tahapan berikutnya "dirangkai di mesin freis". tunggu hasilnya yach...






Read More......

WIN7 GENUINE

by Arif Fatcul | 23.15

Copas dari asrizalwahdanwilsa.blogspot.com Cara Membuat Windows 7 Bajakan Menjadi Genuine - Windows 7, salah satu sistem operasi yang baru marak menjadi idola banyak orang. Selain karena tampilannya yang lebih elegant, fitur-fitur yang disediakan oleh windows 7 pun lebih bervariasi, dan windows 7 juga lebih kompatibel dibandingkan dengan windows XP SP1, SP2, ataupun SP3. Nha, yang menjadi masalah adalah key number windows 7. Mungkin anda tidak bisa sembarangan memasukkan key number di windows 7 seperti apa yang anda lakukan di windows XP, yang serial numbernya beragam banyaknya. Tetapi, untuk memasukkan key number / serial number windows 7 harus menggunakan aplikasi tertentu. Ada beberapa aplikasi yang saya rekomendasikan untuk mengubah windows 7 bajakan menjadi asli alias genuine. Rekomendasi ini adalah berdasarkan pengalaman yang sudah saya lakukan.

Read More......

Jaaan semprul tenan, awal tahun buat RPP mesti bingung. lha kadang format-2 nggak ada yang sama. ada yang bilang semua format itu benar, yang adalah yang gak buat RPP. Kalo guru teori sih saya pikir nggak begitu banyak problem, lha guru praktek ini yang mesti agak mumet. Lha nggak mumet gimana wong RPP kadang harus dikompromikan dengan sarana dan kemampuan siswa juga. Skenario yang sudah joos kayak sknario film, jadi buyar manakala sarana nggak mendukung. Saat ini guru dianjurkan untuk membuat RPP dan silabus yang menggunakan fase-fase eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Namun belum banyak yang memahami, oleh karena itu posting berikut ini disajikan sedikit pengertian tentang eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

Eksplorasi
Eksplorasi adalah upaya awal membangun pengetahuan melalui peningkatan pemahaman atas suatu fenomena (American Dictionary). Strategi yang digunakan memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan menerapkan strategi belajar aktif.
Pendekatan pembelajaran yang berkembang saat ini secara empirik telah melahirkan disiplin baru pada proses belajar. Tidak hanya berfokus pada apa yang dapat siswa temukan, namun sampai pada bagaimana cara mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Istilah yang populer untuk menggambarkan kegiatan ini ialah “explorative learning”. Konsep ini mengingatkan kita pada pernyataan Lao Tsu, seorang filosof China yang menyatakan “I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand.”
Jaringan komputer pada saat ini telah dikembangkan menjadi media yang efektif sebagai penunjang efektifitas pelaksanaan pembelajaran eksploratif. Salah satu model yang dikembangkan oleh Heimo adalah Architecture of Integrated Information System sebagai model terintegrasi yang menggambarkan kompleksnya proses pembelajaran yang efektif dan interaktif.
Pendekatan belajar yang eksploratif tidak hanya berfokus pada bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan, pemahaman, dan interpretasi, namun harus diimbangi dengan peningkatan mutu materi ajar. Informasi tidak hanya disusun oleh guru. Perlu ada keterlibatan siswa untuk memperluas, memperdalam, atau menyusun informasi atas inisiatifnya. Dalam hal ini siswa menyusun dan memvalidasi informasi sebagai input bagi kegiatan belajar (Heimo H. Adelsberger, 2000).
Peta Konsep yang dikembangkan oleh Laurillard (2002) dalam tulisan Heimo menunjukan kompleksitas kegiatan eksplorasi dalam proses pembelajaran yang mengharuskan adanya proses dialog yang (1) interaktif (2) adaptif, interaktif dan reflektif (3) menggambarkan tingkat-tingkat penguasaan pokok bahasan (4) menggambarkan level kegiatan yang berkaitan dengan meningkatkan keterampilan menyelesaikan tugas sehingga memeperoleh pengalaman yang bermakna. Ada pun konsep tersebut dapat disajikan seperti diagram di bawah ini :
Pendekatan eksploratif berkembang sebagai pendekatan pembelajaran dalam bidang lingkungan atau sains. Sylvia Luretta dari Fakultas Pendidikan Queensland misalnya, mengintegrasikan pendekatan ini dengan lima faktor yang menyebabkan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna, yaitu belajar aktif, belajar konstruktif, belajar intens, belajar otentik, dan kolaboratif yang menegaskan pernyataan bahwa pembelajaran eksploratif lebih menekankan pada pengalaman belajar daripada pada materi pelajaran.
Dari pengalaman menggunakan model kooperatif dan kolaboratif dalam praktek pembelajaran pengelolaan kelas ternyata mampu meningkatkan kinerja belajar siswa dalam melakukan langkah-langkah eksploratif.
Model pembelajaran ini dapat dikembangkan melalui bentuk pertanyaan. Seperti yang dikatakan oleh Socrates bahwa pertanyaan yang baik dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan lebih mendalam.
Eksplorasi merupakan proses kerja dalam memfasilitasi proses belajar siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Siswa menghubungkan pikiran yang terdahulu dengan pengalaman belajarnya. Mereka menggambarkan pemahaman yang mendalam untuk memberikan respon yang mendalam juga. Bagaimana membedakan peran masing-masing dalam kegiatan belajar bersama. Mereka melakukan pembagian tugas seperti dalam tugas merekam, mencari informasi melalui internet serta memberikan respon kreatif dalam berdialog.
Di samping itu siswa menindaklanjuti penelusuran informasi dengan membandingkan hasil telaah. Secara kolektif, mereka juga dapat mengembangkan hasil penelusuran informasi dalam bentuk grafik, tabel, diagram serta mempresentasikan gagasan yang dimiliki.
Pelaksanaan kegiatan eksplorasi dapat dilakukan melalui kerja sama dalam kelompok kecil. Bersama teman sekelompoknya siswa menelusuri informasi yang mereka butuhkan, merumuskan masalah dalam kehidupan nyata, berpikir kritis untuk menerapkan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan yang nyata dan bermakna.
Melalui kegiatan eksplorasi siswa dapat mengembangkan pengalaman belajar, meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan serta menerapkannya untuk menjawab fenomena yang ada. Siswa juga dapat mengeksploitasi informasi untuk memperoleh manfaat tertentu sebagai produk belajar.

Elaborasi
Kognitivisme memiliki beberapa cabang ilmu, di antaranya teori asimilasi, atribusi, pertunjukkan komponen, elaborasi, mental model, dan pengembangan kognitif. Teori elaborasi adalah teori mengenai desain pembelajaran dengan dasar argumen bahwa pelajaran harus diorganisasikan dari materi yang sederhana menuju pada harapan yang kompleks dengan mengembangkan pemahaman pada konteks yang lebih bermakna sehingga berkembang menjadi ide-ide yang terintegrasi. Pengertian ini dirumuskan Charles Reigeluth dari Indiana University dan koleganya pada tahun 1970-an. Konsep ini memiliki tiga kata kunci yang fokus pada urutan elaborasi konsep, elaborasi teori, dan penyederhanaan kondisi.
Pembelajaran dimulai dari konsep sederhana dan pekerjaan yang mudah. Bagaimana mengajarkan secara menyeluruh dan mendalam, serta menerapkan prinsip agar menjadi lebih detil. Prinsipnya harus menggunakan topik dengan pendekatan spiral. Sejumlah konsep dan tahapan belajar harus dibagi dalam “episode belajar”. Selanjutnya siswa memilih konsep, prinsip, atau versi pekerjaan yang dielaborasi atau dipelajari.
Pendekatan elaborasi berkembang sejalan dengan tumbuhnya perubahan paradigma pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa sebagai kebutuhan baru dalam menerapkan langkah-langkah pembelajaran. Dari pikiran Reigeluth lahirlah desain yang bertujuan membantu penyeleksian dan pengurutan materi yang dapat meningkatkan pecapaian tujuan. Para pendukung teori ini juga menekankan pentingnya fungsi-fungsi motivator, analogi, ringkasan, dan sintesis yang membantu meningkatkan efektivitas belajar. Teori ini pun memberikan perhatian pada aspek kognitif yang kompleks dan pembelajaran psikomotor. Ide dasarnya adalah siswa perlu mengembangkan makna kontekstual dalam urutan pengetahuan dan keterampilan yang berasimilasi.
Menurut Reigeluth (1999), teori elaborasi mengandung beberapa nilai lebih, seperti di bawah ini.
• Terdapat urutan instruksi yang mencakup keseluruhan sehingga memungkinkan untuk meningkatkan motivasi dan kebermaknaan.
• Memberi kemungkinan kepada pelajar untuk mengarungi berbagai hal dan memutuskan urutan proses belajar sesuai dengan keinginannya.
• Memfasilitasi pelajar dalam mengembangkan proses pembelajaran dengan cepat.
• Mengintegrasikan berbagai variabel pendekatan sesuai dengan desain teori.
Teori elaborasi mengajukan tujuh komponen strategi yang utama, (1) urutan elaborasi (2) urutan prasyarat belajar (3) ringkasan (4) sintesis (5) analogi (6) strategi kognitif, dan (7) kontrol terhadap siswa. Komponen terpenting yang melandasi semua itu adalah perhatian.
Semua stratregi itu harus berlandaskan pada materi dalam bentuk konsep, prosedur, dan prinsip. Hal itu terkait erat dengan proses elaborasi yang berkelanjutan, melibatkan siswa dalam pengembangan ide atau keterampilan dalam aplikasi praktis. Strategi ini memungkinkan siswa untuk menambahkan sendiri ide dalam menguatkan pengetahuannya. Contoh yang tepat untuk ini adalah peserta didik yang memiliki daftar contoh konsep atau sifat yang dapat bermanfaat.

Konfirmasi
Kebenaran ilmu pengetahuan itu relatif. Sesuatu yang saat ini dianggap benar bisa berubah jika kemudian ditemukan fakta baru yang bertentangan dengan konsep tersebut. Oleh karena itu, sikap keilmuan selalu terbuka dalam memperbaiki pengetahuan sebelumnya berdasarkan penemuan terbaru. Sikap berpikir kritis dan terbuka seperti itu telah membangun sikap berpikir yang apriori, yaitu tidak meyakini sepenuhnya yang benar saat ini mutlak benar atau yang salah mutlak salah. Semua dapat berubah.
Cara berpikir seperti itu tercermin dalam istilah mental model yang mendeskripsikan sikap berpikir seseorang dan bagaimana pikirannya berproses dalam kehidupan nyata. Hal tersebut merepresentasikan proses perubahan sebagai bagian dari persepsi intuitif. Mental model itu membantu seseorang dalam mendefinisikan maupun menetapkan pendekatan untuk memecahkan masalah (wikipedia). Dengan sikap berpikir seperti itu siswa dapat mengembangkan, mengembangkan ulang, dan menggugurkan pengetahuannya jika telah menemukan kebenaran yang lain.
Mental model itu juga dapat melahirkan keraguan terhadap informasi yang diperolehnya. Untuk meningkatkan keyakinan akan kebenaran maka siswa dapat difasilitasi dalam mengembangkan model struktur sseperti pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi atau klarifikasi.
Model ini dapat dinyatakan dalam diagram seperti tertuang di bawah ini meliputi enggage, explore, explain, extend, dan berpusat pada pengembangan kemampuan mengevaluasi sebagaimana yang dikembangkan Anthony W. Lorsbach dari Universitas Illinois sebagai berikut
Saya perlu mengetahui lebih banyak mengenai……..
Saya ragu mengenai ….
Saya tidak yakin bahwa …..
Saya perlu memahami lebih dan menerapkan …….
Dalam prakteknya guru meningkatkan kemampuan ini melalui pengembangan materi. Baik mengenai hal apa yang ingin diketahui siswa lebih jauh, seperti apa tingkat pemahaman dan penguasaan yang ingin dikembangkan dan keraguan apa yang melekat dalam pemahaman tersebut.
Sikap keraguan itu perlu dijawab dengan mengkonfirmasikan terhadap unsur-unsur yang dapat meningkatkan kejelasan atas kebenaran suatu informasi. Siswa melakukan uji kesahihan apakah informasi yang dijadikan landasan kesimpulan itu benar-benar kuat.
Penguatan itu sendiri diperoleh melalui kegiatan eksplorasi melalui perluasan pengalaman, elaborasi melalui sharing dan observation, proses dan genaralisasi dan akhirnya siswa menerapkan pembelajaran yang berstandar dengan merujuk pada paradigma kognitifisme.



Masih Seputar Silabus RPP – Pemahaman Pembelajaran Ber-Karakter – Eksplorasi, Elaborasi & Konfirmasi.

Judul: Penanaman Nilai (Karakter) Dalam Kegiatan Pembelajaran.

Dari: Nurani Ike Budiatmawati, S.Pd

Referensi: 2010. Sosialisasi Kurikulum Berkarakter. Surakarta: LPMP

Pendidikan karakter merupakan hal yang baru sekarang ini meskipun bukan sesuatu yang baru. Penanaman nilai-nilai sebagai sebuah karakteristik seseorang sudah berlangsung sejak dahulu kala. Akan tetapi, seiring dengan perubahan jaman, agaknya menuntut adanya penenaman kembali nilai-nilai tersebut ke dalam sebuah wadah kegiatan pendidikan di setiap pengajaran.

Penanaman nilai-nilai tersebut dimasukkan (embeded) ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksud agar dapat tercapai sebuah karakter yang selama ini semakin memudar.

Setiap mata palajaran mempunyai nilai-nilai tersendiri yang akan ditanamkan dalam diri anak didik. Hal ini disebabkan oleh adanya keutamaan fokus dari tiap mapel yang tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Distribusi penanaman nilai-nilai utama dalam tiap mata pelajaran dapat dilihat sebagai berikut:

Pendidikan Agama: Nilai utama yang ditanamkan antara lain: religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.
Pendidikan Kewargaan Negara: Nasionalis, patuh pada aturan sosial, demokratis, jujur, mengahrgai keragaman, sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain.
Bahasa Indonesia: Berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, percaya diri, bertanggung jawab, ingin tahu, santun, nasionalis.
Ilmu Pengetahuan Sosial: Nasionalis, menghargai keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, peduli sosial dan lingkungan, berjiwa wirausaha, jujur, kerja keras.
Ilmu Pengetahuan Alam: Ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, jujur, bergaya hidup sehat, percaya diri, menghargai keberagaman, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli lingkungan, cinta ilmu
Bahasa Inggris: Menghargai keberagaman, santun, percaya diri, mandiri, bekerja sama, patuh pada aturan sosial
Seni Budaya: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis
Penjasorkes: Bergaya hidup sehat, kerja keras, disiplin, jujur, percaya diri, mandiri, mengahrgai karya dan prestasi orang lain
TIK/Ketrampilan: Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai karya orang lain.
Muatan Lokal: Menghargai kebersamaan, menghargai karya orang lain, nasional, peduli.

Bagaimana kesemuanya diaplikasikan? Setiap nilai utama tersebut dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran mulai dari kegiatan eksplorasi, elaborasi, sampai dengan konfirmasi.

Bagian pertama adalah Eksplorasi, antara lain dengan cara:

Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir logis, kreatif, kerjasama)
Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)

Bagian kedua adalah Elaborasi, nilai-nilai yang dapat ditanamkan antara lain:

Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif, logis)
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis)
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras, menghargai)
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

Dan bagian ketiga adalah konfirmasi, nilai-nilainya antara lain:

Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan dan kekurangan)
Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:

Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis)
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu); dan
Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).

Penanaman nilai inilah yang nantinya diharapkan akan menjadikan peserta didik menjadi lebih berkarakter.

Read More......

SHARING XP N WIN7

by Arif Fatcul | 01.24

This process will make the network a little less secure but it works well
because a password isn’t used and everyone is allowed access.

1. First,know what the Computer name is and what Workgroup it belongs to.

The Workgroup name needs to be the same on all PC’s that are being networked; no matter the OS on each system. This is already setup, even if only by default, in the setup process while installing each OS.

Verify what the Windows 7 computer and workgroup names are by going to Control Panel > System and Security > System >and read information under “Computer name,domain, and workgroup settings” (The third category down).

If the names need to be changed go to Change settings in that category or Advanced System Settings in left pane. Then, Computer Name Tab > Change, type the Computer Name and Workgroup Name. > OK. Make the computer name meaningful to aid recognition. The computer should restart.

2. Second, adjust Win7 settings to allow for sharing with older OS on other networked systems.

Now go to Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center > Change Advanced Sharing Settings (side panel). Make sure Network Discovery, File and Printer Sharing, and Public Folder Sharing are all set to “on” and Password Protected Sharing is set to “off”.

Note: I recommend leaving Media sharing set to “on” and under Windows HomeGroup connections select “Allow Windows HomeGroup to manage homegroup connections (recommended)”.

3. Third, choose which folders to share on the network and adjust properties to do so.

Drag any folders to be shared to the Public folder. Or…To share a specific Windows 7 folder or additional drives on the system, right-click it > Properties > Sharing Tab > Advanced Sharing > tick box for Share this folder > Apply > OK >Close. You only need to share the highest level folder, not every sub-folder. Two little people should appear on the icons of the folders that are shared.

4. Now, you MUST follow this step or the folders will not be shared despite previous steps followed!!!

Because Password Protected Sharing turned off, the security permissions have to be changed on the folder(s) to allow Everyone access. Right-click the shared folder > Properties > Security
Tab > Edit > Add
and type “Everyone” (not the quotes) into the box
and select OK. Tick the boxes next to the permissions you want to allow (e.g.
Read or Write, etc.) then Apply > OK. Some messages may appear: “An error occurred while applying…” This is not unusual and can be ignored by clicking Continue.

5. Windows firewall is normally set to allow file and printer sharing but if you have a third-party firewall make sure file and printer sharing are enabled so that each machine can talk to the other(s). Do not disable the Windows firewall if it’s the only one running.

6. To see or copy files, click the Windows Orb (Start) > Network and the computers/folders/files should appear. Use two windows to drag files from one
PC to another.


Read More......

BLOKIR JADI NGGAK ADA ARTINYA

by Arif Fatcul | 03.20

Ketika kita sedang asyik-asyik browsing di internet terkadang ada situs yang tidak bisa kita akses karena suatu hal baik secara tidak sengaja seperti putusnya koneksi jaringan internet atau secara sengaja untuk membatasi penggunaan internet penggunanya.
Sebaiknya cara ini tidak digunakan untuk mengakses link situs-situs web yang dilarang oleh pemerintah atau pun dilarang oleh pihak lain yang berwenang seperti pengelola kampus, pengelola sekolah, pengelola lab komputer, pengelola warnet, pengelola hotspot, isp, dan lain sebagainya.
Macam / Jenis Situs Web Yang Sering Diblokir :
- Website Porno
- Situs jejaring sosial
- Situs pelanggar hak cipta
- permainan game online / gamenet
- Chating di internet
- Situs fitnah, propaganda, pelecehan, dsb.
Caranya untuk membuka akses blokir cukup mudah karena hanya menggunakan jasa website pihak ke tiga untuk membantu membukakan jalan kita dengan proxy. Buka situs-situs contoh di bawah ini dan masukkan link url situs web yang mau kita kunjungi namun tidak bisa.
- anonymouse.org
- proxybrowsing.com
- w3privacy.com
- ninjacloak.com
- the-cloak.com
- shadowsurf.com
- proxify.com dll
Dengan cara ini pun kita bisa berselancar di dunia maya dengan aman karena informasi tentang di mana kita mengakses internet, catatan kunjungan, informasi pribadi kita, dsb bisa dirahasiakan dengan baik. Namun mungkin ada beberapa situs yang tidak mau menerima koneksi semacam ini. Selain itu jangan gunakan teknik ini untuk tindak kriminal / kejahatan karena yang pasti akan terungkap juga.

Read More......

KATZ.CD KEMANA ...?

by Arif Fatcul | 06.39

ada beberapa alternatif website pengganti katz cd yang patut dicoba, yaitu:
- www.dl4all.com (info dari mastaufiq)
- www.warez.ag (info dari velroz, website ini sangat mirip dan identik dengan katz.cd)
- www.atomicwarez.com (info dari anymouses, sangat identik dengan katz cd)
- www.arefans.com (banyak warez tentang SEO di sini)
- www.softarchive.net (tempat favorite saya, karena banyak menyediakan ebooks teknik)
- www.warez-bb.org (forum tempat saya sering mendownload anime One Piece dan Naruto)

Read More......

MO COBA SETTING FLEXI UBUNTU

by Arif Fatcul | 03.14

Mau tanya saudara2 .. saya baru install ubuntu 10.04 dan gagal setting internet pakai wvdial dan gnome ppp ... sebelumnya di Karmic Koala langsung bisa .... modem pakai venus vt12 dan kartu flexi .... trims atas bantuannya

Senjata yang ada:
Wvdial dan Gnome ppp

Lanjut:
1. Tancapkan modem ke colokan USB
2. Cek sambungan modem ke komputer (driver) : masuk ke terminal => ketik : dmesg
hasilnya lihat apakah USB dan modem sudah tersambung ? ada di: ttyUSB0, ttyUSB1 atau ttyUSB2
3. Edit wvdial.conf
Masih dalam terminal, ketik:
sudo su (enter)->masukkan password jika diminta.
gedit /etc/wvdial.conf (enter)


[Dialer Defaults]

Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = Analog Modem
Baud = 230400
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
Phone = #777
Password = telkom
Username = nomor user@free
FlowControl = CRTSCTS
Stupid Mode = 1
Compuserve = 0
Idle Seconds = 300

------end
NOTE : baris -----end jangan ditulis, pada baris Modem sesuaikan dg ttyUSB yang muncul tadi, dalam hal ini contohnya : ttyUSB0

4. Sambungkan modem dg servernya flexy (dial), masih diterminal, ketik : wvdial (enter)
5. Silahkan dicoba kalau error, silahkan komplain ke saya

Read More......

SETTING DNS SPEEDY

by Arif Fatcul | 04.01

http://www.2lisan.com/internet/info/cara-mengakses-internet-cepat/
Silahkan pilih alternatif DNS Server berikut ini, gunakan DNS yang anda rasa paling cepat pada sambungan internet anda.

BAGAIMANA SUPAYA KONEKSI FLEXI LEBIH CEPAT DAN STABIL?
Agar koneksi flexi anda lebih cepat dan stabil gunakan DNS milik Speedy, karena pada dasarnya flexi juga menggunakan SERVER yang sama.
berikut daftar DNS telkom :
Aceh : 125.160.10.2
Medan : 203.130.206.250
Batam : 203.130.193.74
Jakarta : 202.134.0.155 (pri), 203.130.196.5 (sec1), 202.134.0.61 (sec2)
Bandung : 222.124.204.34
Semarang : 203.130.208.18
Surabaya : 202.134.1.10 (pri), 202.134.1.7 (sec)
Balikpapan : 203.130.209.242
Posisiku ada di Banjarmasin, jadi server yang paling dekat adalah Balikpapan dan Surabaya, maka saya putuskan menggunakan kedua DNS diatas dengan formasi:
Primary DNS : 202.134.1.10
Secondary DNS : 203.130.209.242
Bagaimana Cara memasukkan No DNSnya?
~ Klik 2x (Double Klik) icon network Conections di pojok kanan bawah
~ To view links or images in this forum your post count must be 1 or greater.
~ Klik Properties
~ Kemudian klik Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Klik Properties
~ Isilahkan isikan DNS anda
Sekarang bisa berinternet dengan biaya murah meriah, cepat dan stabil


Saya adalah pengguna layanan akses internet cepat Speedy ADSL dari Telkom sejak Agustus 2006. Sebelumnya saya terbiasa mempergunakan akses internet melalui Telkomnet Instan 080989999. Saya sering membaca mengenai ketidakpuasan beberapa pengguna mengenai kinerja Speedy. Saya sendiri cukup puas dengan akses cepat ini, mungkin berhubung saya adalah pengguna biasa. Memang ada beberapa kali sulit sekali diakses, tapi secara keseluruhan tetap tidak terlalu mengganggu.
Saya beberapa hari yang lalu baru mengganti modem lama saya, Aztech dengan D-Link ADSL. Kekacauan terjadi karena setelah saya memasukkan username dan password, ternyata aksesnya gagal terus. Setelah menelusuri, ternyata ada parameter yang salah yaitu VPI yang seharusnya bernilai 0, ternyata secara default modem bernilai 8. Setelah dikoreksi, akses pun berjalan lancar. Parameter lengkap dari teknisi Telkom adalah sebagai berikut:
* Setting modem:
o PVC Configuration = VCI: 35 dan VPI: 0
o Service Category = UBR Without PCR
o Protocol / Connection type = PPPoE
o Encapsulation = LLC/Snap-Bridging
* Setting DNS di komputer:
o Preferred DNS Server = 202.134.0.155
o Alternate DNS Server = 202.134.2.5
Situs OpenDNS memberikan setting DNS yang diklaim lebih cepat dan lebih aman yakni:
* Preferred DNS Server = 208.67.222.222
* Alternate DNS Server = 208.67.220.220
Saya saat ini menggunakan alternatif dari OpenDNS ini dan mendapati bahwa bahkan kesalahan mengetikkan alamat suatu situs web dapat dikoreksi dengan mudah oleh DNS server dari OpenDNS ini. Contoh, alamat yang salah ketik seperti http://id.wikipedia.or (kurang satu huruf g) tetap mengantarkan ke halaman utama Wikipedia bahasa Indonesia yang tepat. Halaman-halaman yang terdaftar yang memiliki status konten dewasa dan situs phishing segera diblokir dengan cepat. Wikipedia bahasa Inggris memiliki artikel yang positif mengenai OpenDNS.


Daftar DNS Server Indonesia :
Server DNS indosat.net.id termasuk DNS Indosat IM2
* 202.155.0.10
* 202.155.0.15
* 202.155.0.20
* 202.155.0.25
* 202.155.46.66
* 202.155.46.77
* 202.155.30.227
DNS Telkom.net.id Telkom Speedy
* 202.134.2.5
* 203.130.196.5
* 202.134.0.155
* 202.134.1.10
* 202.134.0.62
* 202.159.32.2
* 202.159.33.2
* 202.155.30.227
DNS AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia)
* 203.34.118.10
* 203.34.118.12
DNS sat.net.id
* 202.149.82.25
* 202.149.82.29
DNS cbn.net.id
* 202.158.40.1
* 202.158.20.1
* 202.158.3.7
* 202.158.3.6
Singnet Singapore
* 165.21.100.88
* 165.21.83.88
DNS indo.net.id
* 202.159.32.2
* 202.159.33.2
DNS itb.ac.id
* 202.249.24.65
* 167.205.23.1
* 167.205.22.123
* 167.205.30.114
DNS ukdw.ac.id
* 222.124.22.18
Daftar DNS Luar indonesia :
DNS Open DNS
* 208.67.222.222
* 208.67.220.220
DNS ScrubIt
* 67.138.54.100
* 207.225.209.66
DNS DNSadvantage
* 156.154.70.1
* 156.154.71.1
DNS vnsc-pri.sys.gtei.net
* 4.2.2.1
* 4.2.2.2
* 4.2.2.3
* 4.2.2.4
* 4.2.2.5
* 4.2.2.6
Verizon (Reston, VA, US)
* 151.197.0.38
* 151.197.0.39
* 151.202.0.84
* 151.202.0.85
* 151.202.0.85
* 151.203.0.84
* 151.203.0.85
* 199.45.32.37
* 199.45.32.38
* 199.45.32.40
* 199.45.32.43
GTE (Irving, TX, US)
* 192.76.85.133
* 206.124.64.1
One Connect IP (Albuquerque, NM, US)
* 67.138.54.100
OpenDNS (San Francisco, CA, US)
* 208.67.222.222
* 208.67.220.220
Exetel (Sydney, AU)
* 220.233.167.31
VRx Network Services (New York, NY, US)
* 199.166.31.3
SpeakEasy (Seattle, WA, US)
* 66.93.87.2
* 216.231.41.2
* 216.254.95.2
* 64.81.45.2
* 64.81.111.2
* 64.81.127.2
* 64.81.79.2
* 64.81.159.2
* 66.92.64.2
* 66.92.224.2
* 66.92.159.2
* 64.81.79.2
* 64.81.159.2
* 64.81.127.2
* 64.81.45.2
* 216.27.175.2
* 66.92.159.266.93.87.2
Sprintlink (Overland Park, KS, US)
* 199.2.252.10
* 204.97.212.10
* 204.117.214.10
Cisco (San Jose, CA, US)
* 64.102.255.44
* 128.107.241.185

Read More......

VIRUS BIKIN PUSING

by Arif Fatcul | 14.58

Coba bikin rescue disk AVG ah, kalo pakai bartPE datambah PCMAV dah pernah.
Introduction
The AVG Rescue CD is a standalone set of tools that can be started from CD or USB flash disk. It can be used to recover computers that are not able to boot or are infected in a way that will not allow normal operation. The whole CD or USB flash drive is a live CD with Linux operating system and AVG preinstalled on it.
This document will guide you through basic operations of AVG Rescue CD and its features. You can also get additional information in the Knowledge base section of the AVG web pages.
Acquiring the AVG Rescue CD
You can download the AVG Rescue CD from the download section for free. There are two files you can download - ISO file and RAR/ZIP archive. The ISO image can be used to burn a CD or DVD. The archive can be extracted on USB device (flash drive).
Using the ISO to create a bootable CD/DVD
The downloaded ISO file can easily be used to create a CD or DVD with AVG Rescue CD. You will need an application for burning a CD/DVD (e.g. Nero, imgburn, BurnAware Free). Do not use the Windows built-in burning feature, as it will not create a bootable disk.
In the burning application, choose option Burn Image file (ISO file or similar option). Insert the medium in the drive and confirm the burning. No special settings are needed.
Using the RAR/ZIP archive to create a USB bootable device
To create a USB flash drive variant of AVG Rescue CD, you will need to do the following:
* Extract the archive downloaded from AVG web directly on the removable USB flash drive. It has to be extracted in the root folder of the disk - do not use a subfolder.
* Run the extracted makeboot.bat batch file. When started it will overwrite the boot record. Make sure you are using the desired USB flash drive, otherwise it can make your Windows un-bootable!
* In the opened window press any key to prepare the USB flash drive.
* After this process is finished (message will be displayed) you can close the window.

Preparing the computer
The AVG Rescue CD is now ready. Insert the CD in the drive or plug in the USB drive. You will however need to make sure that the computer you plan to use the CD/USB flash drive on can boot from such a device. There are various methods of setting this behavior on the computer. They depend on the specific maker of the BIOS of the computer. If unsure, consult the technical support of hardware vendor. The most common methods are:
* Pressing ESC during the startup. This may display list of bootable devices to choose from. Choose CD or USB.
* Pressing DELETE or F2 during startup to enter BIOS settings. When in BIOS, locate the option called Boot order, Boot Options or Boot. Here, move the CD or USB flash drive to the first place. Exit the BIOS, saving the changes. Please note, that changing settings in BIOS should only be done by skilled users.
* Pressing any key during startup, if message similar to "Press any key to boot from CD or DVD" appears.

Starting the AVG Rescue CD
The AVG Rescue CD will firstly display a welcome screen. You can proceed directly by pressing ENTER or waiting 10 seconds. If you need to specify some additional parameter, press F1. This will allow you to choose the screen resolution and will show other boot options. Alternatively, you can use the Memtest86+ option to start RAM memory diagnostic.

During the actual booting, the AVG Rescue CD will automatically mount all hard drives of the computer. This will make them available for scanning and editing. Also, network connection will be automatically set.
In the next step, you will be asked if you want to run an update of AVG. It is recommended to perform it. If you have a working internet connection, perform the online update. This will automatically download the necessary files. If the computer is not connected to the internet, you can update from files you have previously downloaded from the AVG web page and stored on the computer or on a USB flash drive.
See the Network settings and update section of this guide for additional information on setting the network manually and updating AVG.
User interface
After the booting procedure is finished, you will be presented with a simple user interface. To navigate between the options, use the arrow keys and Enter to select them.
From this menu, you can access all essential features of AVG Rescue CD. These are:
* Scan - for starting an on-demand scan
* Scan Result - for viewing reports of finished scans
* Update - to start update of AVG
* Vault - to view files stored in Vault of AVG installed on the computer and to restore them. This can be useful if a file was detected by a mistake
* Mount - to start mounting of storage devices. Use this option after inserting a USB device
* Network - to configure the network connection
* USB - to create a bootable USB flash drive containing AVG Rescue CD.
* Utilities - set of useful tools (see Utilities section below)
* Eject - to eject the CD/DVD-ROM disc tray
* Reboot - to restart the computer
* Shutdown - to turn off the computer
* About - to view information about the AVG Rescue CD
You may also choose to Exit the AVG Rescue CD interface. This will return you to the console where you can use commands to start additional Linux programs. To start the AVG Rescue CD interface again, type arl and press Enter.


Scanning the computer
To start a scan of the computer, select the Scan option from the user interface. You will then be able to set options for the scan. When confirmed, you can choose between two options - scan the volume or scan directory. The first option will scan all files on a selected drive. The second option will let you choose the specific directory to be scanned (to choose it, use arrow keys and the SPACEBAR. In the last step, you only need to confirm the start of the scan.
The progress of the running scan will be displayed. You can stop it at any time by pressing CTRL+C. Once finished, a scan report menu will be displayed. From there you can choose the following options:
* Report file - this will display summary of the detected files
* Delete all - all detected files will be removed from the computer. Be careful, as some files can be crucial for the Windows system and deleting them can make it inoperative.
* Rename all - detected files will be renamed. This will make any infection harmless, as the renamed file cannot be used to spread infection or harm the computer. The files are renamed by adding suffix _infected.arl
* Select - you will be able to choose actions for groups of files
* Individual - you will choose what to do for individual files

Generally, it is recommended to rename the files. This way you can always restore them if needed. Also, choosing the Select menu option is usually the best way to select actions for files (it is quicker than deciding the action for each file and you can make sure, that important files are not deleted). You can always access previous reports using the Scan Result option in the main menu.
Network settings and update
The AVG Rescue CD attempts to configure the network connection during the boot. However, this only works for DHCP assigned IP addresses. If you need to use static IP address, use the Network option from the menu.
This will give you two options - DHCP or Static IP addresss. Select Static to enter manual settings. You will need to know the IP address that the computer should be using, subnet mask etc..
The update can be performed both online and offline. After selecting the Update option from the menu, you will have three options:
* Perform update online
* Download files
* Used local update files


The first one uses the network connection (if working) and automatically performs the update. The option to download the update files, allows you choose the folder on the computer where the files should be stored (and you will be also asked if you want to use them straightaway). The last option allows you to use previously downloaded files.
When the update is started, you can select which updates you want to download (priority). The lowest priority is virus database update, higher is program update and the highest contains optional files (help files etc.). If you choose a higher priority, all lower priority updates will be also downloaded.
Please note that you can also download the files beforehand from the AVG web page and access them from the USB flash drive. If this drive is plugged in after starting the AVG Rescue CD, use the Mount option in the menu, to make it accessible.
Other utilities
There are four utilities available directly from the user interface after selecting the Utilities option:
* Midnight Commander
* Windows Registry editor
* Ping
* TestDisk
* PhotoRec
* Links


While Ping is a simple tool, that can be used for basic network diagnostic (searching for IP address or computer name), other options are more advanced.
Midnight Commander is a two panel file browser. It can be used to go through files stored on the hard drives of the computer. Navigation through folders is relatively easy - use arrow keys to move and the ENTER key to select folder. You can switch to the other panel by pressing the TAB key. The most used functions are assigned shortcuts which are listed at the bottom side of the screen (e.g. F5 for copying). To access the top menu, press F9. Note that the MC will display the Linux files system on which the AVG Rescue CD is running. To find the hard drives and USB drives of the computer, move to the folder mnt. There, you will see all drives attached to the computer. The system disk of the PC should be the first one (e.g. sda1).
Windows Registry editor is a powerful tool to access and alter the Windows registries. It is only recommended for advanced users. Upon starting, you will need to select the Windows installation. Then you will be able to navigate through the registry keys as if they were folders. To edit them, use the listed keyboard shortcuts.
TestDisk allows multiple operations with the hard drives of computer (including recovery of deleted files, lost partitions, MBR record, etc.). As with the registry editor, it should be only used by advanced user as it can destroy all data on the drive. For more information on its use, please see the web page of the vendor of this application: http://www.cgsecurity.org/wiki/TestDisk_Step_By_Step
PhotoRec can be used to recover (undelete) removed files from the computer but also from connected devices – digital cameras, mp3 players or generally any flash disk memory. Note that you should not save other files if you want to recover some file. The newly saved files may overwrite the physical space on disk, where the file you want to recover is. For this reason, you should also save the recovered file to different partition or other disk. For more information on its use, please see the web page of the vendor of this application: http://www.cgsecurity.org/wiki/PhotoRec_Step_By_Step
Links is a text web browser similar to Lynx. It displays only text of visited pages and basic positioning on page. Some pages may not be readable from this reason (pages done mostly with pictures, in Adobe Flash or generally requiring some plugin to be displayed.)


xxx

xxx






TULISANE

Read More......

LIHAT-2 LAPTOP

by Arif Fatcul | 15.35


TOSHIBA NOTEBOOK SATELLITE T135D-S1324-BLACK (AMD)
Price : Rp. 5.199.000 www.fastncheap.com, MD Turion Neo X2 Dual-Core Mobile processor L625, 4 GB DDR2, 320 GB SATA HDD, 13.3" Widescreen WXGA with Trubrite, ATI mobility Radeon HD 3200, Integrated web camera, Realtek 802.11 b/g/n, Memory card reader, 3x USB 2.0,VGA,HDMI,RJ-45,Microphone-in,Headphone-out, 6-cells battery, Windows 7 home Premium

ASUS K40IE-VX005D
Price US$ 589, Description : Intel® Core Duo T4400-2.20GHz, 1MB L2 Cache, 800MHz, NVIDIA MCP79D Chipset, 14.0" HD LED Backlight panel,2 GB DDR3 , 320GB HDD, DVD-RW Super Multi, LAN, WiFi, Bluetooth, VGA Nvidia Geforce G310M 512MB, Card Reader, Webcam, No OS, Weight 2.40kg.


ACER ASPIRE 4745-5426G DOS SLIM
Core i5 460M score 181

181 ASUS a42JC 7.3jt Core i5 score 181
Notebook Acer Aspire 4745G-432G64Mn 2GB linux 7,230,950
Notebook HP Compaq Presario CQ42-176TX dos 6,959,450
Notebook MSI CX420 7,049,950

219 Acer 4741 Super Slim DOS Core i3 6,325,950 linux
Notebook Dell Inspiron 14R Core i3-350 7,049,950 win7
Notebook HP Compaq Presario CQ42-160 6,325,950 dos

230an Notebook Asus A42JC VX113D core-i3


300-400 ACER FERRARI ONE FO200-314G32N AMD Atlon X2 score 300-400

325 Notebook Dell Inspiron 1320 T6600 DOS Intel Core 2 Duo T6600 2.20GHz 6,823,700

367 Notebook Acer Aspire 4540-522G32Mn Win7 AMD Turion II Dual Core M520 6,054,450

537 Notebook HP Pavilion DV2-1206 AMD Athlon Neo X2 Dual-Core Processor L335 2GBram 6,325,950 win7


543 TOSHIBA NOTEBOOK SATELLITE T135D-S1324-BLACK MD Turion Neo X2 Dual-Core Mobile processor L625 score 543






Compaq Presario CQ42-176TX Laptop Technical Specification:
Free DOS Operating System, 14″ inch High-Definition LED HP Brightview Widescreen Display, Intel Core i5 Processor i5-430M (2.26 GHz, 3MB Cache), Dedicated 512MB ATI Mobility Radeon HD 5430 Graphics, Intel HM55 Motherboard, 4 GB DDR3 RAM, 500 GB SATA Hard Disk (7200 rpm), LightScribe SuperMulti DVD±RW with Double Layer Support, 3 USB 2.0, 1 HDMI connector, 1 VGA port, 1 RJ45 ethernet connector, 1 headphone-out, 1 mic-in, 5-in-1 integrated memory card reader, Webcam with Integrated Mic, Altec Lansing speakers, WLAN 802.11 b/g, Bluetooth, 6-cell Lithium-Ion (Li-Ion) battery with 90w Adapter, Weight: 2.2 Kg, Dimensions: 34.2 cm (W) x 22.8 cm (D) x 3.15 cm, 1 year, parts and labour Warranty


HP Pavilion dv2-1122AX
Keunggulan HP Pavilion dv2-1122AX
- Desain yang bagus
- Prosessor AMD Athlon Neo X2 Dual-Core L335 1.6 Ghz
- Graphics ATI HD3410 yang memungkinkan gaming dilayar 12.1 inci
- Sudah termasuk DVD-RW Double Layer Lightscribe
- Ada HDMI untuk koneksi ke LCD TV.
- Tebal kurang dari 1"
Kekurangan HP Pavilion dv2-1122AX
Harga yang 8 jutaan dirasa terlalu mahal dan baterai yang hanya sekitar 3-4 jam saja.


Keunggulan Toshiba Portege T110
- Prosessor Intel Core 2 Solo SU2700 1.3 Ghz , 2 MB Cache
- Kekuatan baterai hingga 11 jam dengan baterai 6 cell 5600 mAh.
- Desain Fusion Finish In mould roll
- USB Sleep and Charge Ports yang dapat digunakan untuk charge ponsel pintar, MP3 player atau elektronik portabel lainnya, bahkan di waktu notebook dimatikan.
- Layar LED Backlight yang ramah lingkungan dan juga hemat listrik
- Berat 1.58 kg
- Harga US$ 699

ASUS UL20A

Keunggulan ASUS UL20A
- Prosessor Intel Core 2 Duo ULV SU7300 1.3 Ghz , 3 MB Cache
- Baterai hingga 8 jam dengan baterai 6 cell 5600 mAh. K
- Brushed Alumunium finishing untuk ketahanan penampilan
- Chicklet Keyboard yang tahan debu dan mempunyai permukaan luas
- Altec Lansing speaker
- SRS Premium Sound untuk efek suara surround.
- Multi gesture touchpad untuk navigasi dokumen dan gambar yang lebih mudah
- Tebal di bawah 1"
- Harga US$ 699
Kekurangan ASUS UL20A
Tidak mempunyai DVD internal. Koneksi eksternal DVD melewati port USB untuk model UL20A.

oktober 2010
sabtu, 02 oktober 2010 – rabu, 06 oktober 2010
Yogyakomtek oleh Apkomindo :: Yogyakarta
jum'at, 29 oktober 2010 – rabu, 03 November 2010
SCOMDEX 2010 oleh Apkomindo :: Surabaya
jum'at, 29 oktober 2010 – rabu, 03 November 2010
Malang IT Show oleh Apkomindo :: Malang

November 2010
rabu, 10 November 2010
New World IT Expo 2010 oleh Apkomindo :: Semarang

desember 2010
sabtu, 04 desember 2010 – rabu, 08 desember 2010
APKOM JoSS – Yogyakarta oleh Apkomindo :: Yogyakarta
sabtu, 04 desember 2010 – rabu, 08 desember 2010
APKOM JoSS – Semarang oleh Apkomindo :: Semarang
sabtu, 04 desember 2010 – rabu, 08 desember 2010 08:00 – 21:00
Apkom JOSS – Surakarta oleh teddie :: Surakarta


URUTAN PROSESOR



PassMark - CPU Mark
Common CPUs - Updated 22nd of September 2010


Notebook baru Dell yang menggunakan prosesor AMD yaitu Inspiron M301z adalah notebook yang langsing dan ringan dengan tebal kurang dari 1 inci. Notebook ini diperkuat oleh prosesor single core AMD Athlon II neo K125 atau dual core Athlon II Neo K325/Turion II Neo K625 yang merupakan prosesor jenis low voltage. Layar notebook ini berukuran 13.3 inch LED dengan resolusi 1366 x 768 dengan pilihan memori sampai 8 GB RAM.

Harddisknya 640 GB dan kartu grafisnya menggunakan ATI Radeon HD4225. Tak ketinggalan dukungan Wifi, Bluetooth(optional), 1.3 Megapixel webcam, 7-in-1 card reader, built-in 0.5Wx2 stereo speaker, HDMI port, dan batere 6-cell.




01

TENGAHGEDICENTER







TULISANE

Read More......

REPOT CARI BAHAN AJAR CNC

by Arif Fatcul | 15.45

Tahun ajaran baru dapat pelajaran baru nama populernya "CNC", waah tantangan baru nich, karena waktu jadi mahasiswa belum ada pelajaran kaya begini. Sebenarnya cita2 mempunyai mesin CNC sendiri sudah lama, cuman harganya itu lho yg sangat mahal. Tertarik dengan CNC homemade dengan control EMC2 miliknya Ubuntu di beberapa situs "CNC Hobbyst", semangat lagi cari info, download dst. Lagi2 kebentur cari "step motor driver" yang harus beli dari luar negeri, padahal ngebetnya bukan main, teringat sebelum jadi guru pernah jadi tukang servis TV ha haaaa. Belum kesampaian eksperimen, hasil musyawarah temen2 bengkel, kita beli CNC murah2an (terjangkau, sparepart gampang, maintenance terjangkau kemampuan, dan seabreg pertimbangan yang ujung2nya "ndak punya duit banyaxs").
Alhamdulillah simple CNC lathe terbeli dengan dukungan 20 unit PC-2nd Pentium4-3.0G/1GRAM/128MVGA, lalu singsingkan lengan dg teman2 "mari instalasi sendiri!!". Jadi dech... sebuah ruang belajar kecil yang kita beri nama Lab CNC, CAD/CAM (c).


CNC Train tampaknya sederhana dan bagus, cuman harus beli. Coba download demo versinya


MTS-CNC kalo ini mah maut, pernah saya lihat di ATMI, tapi harganya juga jooos. aq mau coba demo versinya




01

TENGAHGEDICENTER

TULISANE

Read More......

ARTIKEL-2 MS EXCEL

by Arif Fatcul | 08.12 | 0 comments »

Menghitung dan mengurutkan berdasar ranking, berguna untuk wali kelas pada waktu menulis raport

http://solver.web.id/rumus-fungsi/menghitung-dan-mengurutkan-berdasar-ranking.html.
Untuk mencari ranking nilai ujian, Si A menduduki urutan ke berapa di dalam excel bisa dengan mudahmencarinya karena sudah ada fungsi RANK(). Contoh (Gambar 01) di bawah, jika hanya mencari rankingnyamemakai fungsi excel RANK() saja sudah cukup. Permasalahannya contoh di bawah menghasilkan ranking dengan nilai yang sama, yaitu nilai rangking 2 muncul 2 kali.


Untuk menjadikanhasil RANK nya menjadi unik (hanya muncul sekali), rumus di atas harus dikombinasikan dengan fungsi COUNTIF mencari berapa kali nilai tersebut muncul, fungsi COUNTIF di jika hanya 1 angka yang ada akan menghasilkan nilai 1, oleh sebab itu harus dikurangi dengan angka 1 di bagian akhir. Contoh (Gambar 02) di bawah sudah bisa menghasilkan hanya ada 1 ranking yang muncul, dengan asumsi urutan pertama akan mendapatkan rangking lebih atas. Warna biru gambar di bawah sudah menjadi angka yang unik, tidak muncul 2 kali.

Hasil akhir dari perhitungan di atas sudah bisa untuk menentukan urutan nilai ranking dari yang paling besar ke kecil. Pertama menentukan nilai ranking tiap nama, selanjutnya bisa untuk menentukan nilai ranking secara urut dengan gabungan fungsi excel INDEX & MATCH. Untuk lebih jelasnya silakan download contoh excel yang kami buat dari link di atas.


Thanks 4 http://www.edisusanto.com/amankan-rumus-excel-anda/

Minggu ini teman sekantor sempat bertanya tentang suatu permasalahan dalam penggunaan software pengolah angka yang bernama Microsoft Excel. Permasalahannya adalah bagaimana cara supaya rumus yang digunakannya di Excel tersebut tersembunyi dan tidak bisa diubah oleh orang lain. Oops dalam hati berkata. Mengapa? Karena bagi saya pertanyaan tersebut tersebut adalah permasalahan baru (belum pernah melakukan hal tersebut) dan level saya dalam penggunaan software yang satu ini bisa dibilang masih amatiran. Bingung juga sih jawaban apa yang harus saya berikan kepada dia mengingat ketidaktahuan saya ini. Sebelum memberikan jawaban tersebut, saya teringat pak Adi Rahman, teman satu departemen yang job descriptionnya sebagai it trainner di tempat saya berkerja. Saya pun kemudian bertanya kepada pak Adi dan kebetulan sekali pertanyaan tersebut bisa dijawab olehnya, sehingga saya tidak mengecewakan teman yang memberikan pertanyaan tadi.
Dari pengalaman ini, selanjutnya saya akan membagikan tips “Bagaimana menyembunyikan dan melindungi rumus yang dituliskan pada cell Excel” ke para pembaca sekalian. Walaupun mungkin bagi sebagian orang yang sudah berpengalaman (expert) seperti pak Adi, tips ini merupakan tips yang sudah usang ato kuno, tapi harapan saya tips ini bisa membantu bagi yang masih awam seperti saya dan teman saya yang bertanya tadi. Untuk memperjelas dan mempermudah pemahaman maka saya akan menyajikan tips dalam bentuk soal dan jawaban. Sebelum memulai, perlu diketahui bahwa untuk contoh ini saya menggunakan Microsoft Excel XP. Jadi contoh ini bisa diterapkan langsung jika anda menggunakan Excel 97/2000/XP, tetapi mungkin akan sedikit kesulitan bagi anda yang menggunakan Excel 2007. Untuk yang menggunakan Excel 2007 tidak perlu berkecil hati, tetap saja ikuti tips berikut ini karena melalui pemahaman dari tips ini saya yakin anda pasti bisa menerapkan tips ini di Excel 2007.
soal hidden and locked in excel
Oke, langsung saja yang mulai dengan menyajikan soal seperti gambar diatas. Pada gambar, rumus yang ada pada cell D4 terlihat pada function bar, tepatnya pada lingkaran merah. Pertanyaan dari soal ini adalah bagaimana membuat rumus yang ada di cell D4 menjadi tidak terlihat (hidden) dan juga tidak bisa di perbaharui (locked). Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka langkah yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Reset nilai locked dan hidden pada semua cell
Yang harus dilakukan untuk menerapkan langkah pertama ini adalah dengan mengklik kotak kosong yang terletak diantara kolom A dan baris 1. Hal ini pada gambar seperti terlihat pada lingkaran berwarna biru. Setelah semua cell terseleksi, selanjutnya pilih menu Format - Cell. Pada window Format Cells, pilihlah tab Protection, kemudian hilangkan centang pada kotak yang berjudul Locked dan Hidden. Hasilnya dapat dilihat seperti gambar dibawah ini.
format cells window

Memilih cell yang ingin di hidden dan di locked
Karena pada soal yang ingin dihidden dan dilocked adalah cell D4 maka pilihlah cell D4 tersebut. Setelah itu, pilih lagi menu Format - Cell. Pada window Format Cells, pilih tab Protection, dan centang kotak berjudul Locked dan Hidden.

Mulai hidden dan protection
Langkah ini merupakan langkah terakhir dan untuk melakukan hal ini, yang harus dilakukan adalah dengan memilih menu Tools - Protection - Protect Sheet. Pada window Protect Sheet, centanglah kotak berjudul Format Cells. Agar lebih aman berilah password pada kotak isian password to unprotect sheet.

Setelah melakukan 3 langkah diatas, hasil yang diharapkan adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
problem solve hidden and locked cell excel

Read More......

Ini beberapa judul Proposal Penelitian Tindakan Kelas/PTK, buat para guru yang cari inspirasi judul PTK doang. Judul inipun copy paste dari alamat yang aku lupa, "penyusunya jangan marah yaa"
Kalo mau download contoh PTK : Pembelajaran Bahasa Inggris Dengan Memanfaatkan Aneka Sumber Belajar Di Smpn I Pugung, Kabupaten Tangcamus

1. Prop. Penelitian Upaya Meningkatkan Gairah Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ips Dengan Menggunakan Media Gambar - 04
2. Prop. Penelitian Tindakan. Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SD Melalui Peranan Hadiah Sebagai Perangsang Timbulnya Kompetensi – 03
3. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Kedisplinan Siswa Melalui Penerapan Hukuman - 01

4. Prop. Penelitian Upaya Meminimalkan Miskonsepsi Dan Meningkatkan Pemahaman Konsep-Konsep IPA Melalui Pembelajaran Konstruktivistik Bagi Siswa Kelas IV SD - 03

5. Prop. Penelitian Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA di SD Dengan Pendekatan Ketrampilan Proses - 04

6. Prop. Penelitian Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Melallui Pemberian Bimbingan Belajar Di SD Wanagiri Kab. Kulon Progo Yk - 04

7. Prop. Penelitian Peningkatan Kedisplinan Siswa Melalui Keteladanan Guru SD Negeri Prawirotaman - 01

8. Prop. Penelitian T. Kelas Upaya Meningkatkan Pemahaman Mata Pelajaran IPA Melalui Pembelajaran

9. Prop. Penelitian Pengaruh Perilaku Anak Yang Menyimpang Terhadap Keberhasilan Proses Pembelajaran Di SDN Dukuh Ii Yk Pada Murid Kelas I Cawu 2 Th Pelajaran 2001/2002 – 01

10. Karya Tulis Pendidikan Menyambut Kbk - 03

11. Usulan Penelitian Ptk Upaya Meningkatkan Pembelajaran Fisika Pada Sekolah Sltp Melalui Optimalisasi Kegiatan Laboratorium Berbasis Cooperative Learning Sebagai Implementasi Kbk - 03

12. Laporan Hasil Observasi Kelas Di SDN Kokap Penciptaan Iklim Belajar Yang Menunjang - 01

13. Perkembangan Manusia Dan Pendidikan - 03

14. Laporan Hasil Uji Coba Tes Di SDN Sejati Sumberarum Moyudan Sleman - 01

15. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Peranan Bertanya Siswa SD Dalam Meningkatkan Proses Belajar Mengajar Matematika - 01

16. Prop. Penelitian T. Kelas Peranan Penggunaan Metode Ceramah Dan Tanya Jawab Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ips Terpadu Kelas Vi Cawu I SD Muhammadiyah 4 Surakarta Th Pelajaran 2001/2002 - 01

17. Prop. Penelitian T. Kelas Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa

18. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Mengaktifkan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di SD Melalui Pendekatan Rani - 04

19. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Melalui Pembelajaran Kooperatif Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas IV SDN I Madukara - 03

20. Prop. Penelitian Peranan Penguatan Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa - 02

21. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Dengan Strategi Pakem Kelas IV SDN Soronalan I Th Ajaran 2003/2004 - 04

22. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ips Melalui Metode Ceramah Bervariasi Siswa Kelas V Cawu I Di SDN 2 Karangturi Mrebet Purbalingga – 04

23. Peningkatan Pembelajaran Matematika Di SD Melalui Penggunaan Alat Peraga Secara Efektif – 01

24. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Pendekatan Eksploratory Discovery - 03

25. Laporan Proposal Penelitian Peranan Media Dalam Meningkatkan Ketrampilan Membaca Di Kelas Rendah - 01

26. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Menumbuhkan Bakat Dan Kreativitas Siswakelas IV SDN Wanadadi Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Metode Discovery Learning - 03

27. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Metode Laboratory – 04

28. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Di SD Melalui Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat - 03

29. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Peningkatan Pembelajaran Matematika Di SD Melalui Penggunaan Alat Peraga Secara Efektif – 01

30. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonsesia SD Dengan Mengefektifkan Penggunaan Media Gambar Seri – 04

31. Usulan Penelitian Tindak Kelas Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Ppkn. Melalaui Model Pembelajaran Berbasis Portopolio Di Kelas 11 – A Sltpn 12 Bandung -03

32. Prposalpenelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching – 04

33. Proposal Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran IPA Di SD Melalu Pendekatan Inkuiri – 04

34. Proposal Penelitian Upaya Meningkatakan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Konstruktivisme - 04

35. Proposal Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi -04

36. Proposal Upaya Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai Pelajaran Muatan Lokal Di SDN Percobaan 4 Wates – 01

37. Proposal Penelitian Tindak Kelas Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Di SD Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Anak -04

38. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Peranan Alat Peraga Terhadap Peningkatan Minat Belajar Matematika - 01

39. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Peningkatan Kemampuan Bahasa Lisan (Berbicara) Melalui Metode Sosiodrama - 03

40. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Melalui Pengintegrasian Permainan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia - 03

41. Prop. Penelitian T. Kelas Peranan Penggunaan Metode Ceramah Dan Tanya Jawab Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ips Terpadu Kelas Vi Cawu I SD Muhammadiyah 4 Surakarta Th Pelajaran 2001/2002 - 01

42. Prop. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Murid Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Ditinjau Dari Penggunaan Media Dan Kondisi Kelas Pada Sekolah Dasar - 01

43. Laporan Penelitian Tindakan Kelas Melalui Perpustakaan Dapat Meningkatkan Belajar Bagi Siswa Di Kelas IV - 01

44. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Melalui Keteladanan Guru SDN I Bandingan - 03

45. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Prestasi Mata Pelajaran Matematika Melalui Penerapan Pendekatan Mastery Learning - 04

46. Prop. Penelitian Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Melalui Pemberian Bimbingan Belajar Di SD Wanigiri Kab. Kulon Progo Yk - 04

47. Prop. Penelitian Efektivitas Penggunaan Media Gambar Seri Guna Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Pujokusuman Iii Yk - 01

48. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Meningkatkan Ketrampilan Siswa Melalui Optimalisasi Perpaduan Hands-On Dan Minds-On Menggunakan Kit IPA Dalam Pembelajaran IPA Di SDN Gumiwang - 03

49. Prop. Penelitian Upaya Mengatasi Masalah Belajar Siswa Kelas Iii Melalui Bimbingan Belajar Di SDN Karangkobar I - 03

50. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Dengan Pendekatan (Stm) Sains Teknologi Masyarakat - 03

51. Prop. Penelitian Tindakan. Kelas Peranan Hadiah Sebagai Perangsang Timbulnya Kompetisi Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SD – 01

52. Prop. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Murid Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Ditinjau Dari Penggunaan Media Dan Kondisi Kelas Pada Sekolah Dasar - 01

53. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Peranan Metode Inkuiri Dan Alat Peraga Tiga Dimensi Dalam Peningkatan Prestasi Pembelajaran IPA Di Kelas IV SD - 03

54. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Di Kelas IV SDN I Babadan Dengan Model Pembelajaran Kostruktivisme - 03

55. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Pada Anak Kelas V SDN Singamerta I Melalui Metode Inkuiri - 03

56. Prop. Penelitian T. Kelas Peranan Penggunaan Metode Ceramah Dan Tanya Jawab Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ips Terpadu Kelas Vi Cawu I SD Muhammadiyah 4 Surakarta Th Pelajaran 2001/2002 - 01

57. Faktor-Faktor Yang Memepngaruhi Minat Siswa Kelas I Smk Piri I Yk Dalam Pemilihan Program Keahlian - 05

58. Peranan Motivasi Guru Dalam Penggunaan Alat Olahraga Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Di SD Kepundung - 01

59. Prop. Penelitian T. Kelas Peranan Penggunaan Metode Ceramah Dan Tanya Jawab Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ips Terpadu Kelas Vi Cawu I SD Muhammadiyah 4 Surakarta Th Pelajaran 2001/2002 - 01

60. Prop. Penelitian Pengaruh Perilaku Anak Yang Menyimpang Terhadap Keberhasilan Proses Pembelajaran Di SDN Dukuh Ii Yk Pada Murid Kelas I Cawu 2 Th Pelajaran 2001/2002 – 01

61. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Efektivitas Pembelajaran Bahasa Dengan Pendekatan Komunikatif - 04

62. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Pendekatan Terpadu Siswa Kelas Ii-B SDN Wonolelo I Th 2003/2004 - 04

63. Prop. Laporan Hasil Uji Coba Tes Di SDN Sangkarayu Mbrebet Purbalingga Jateng - 03

64. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Peranan Kewibawaan Guru Dalam Meningkatkan Kedisplinan Kelas - 03

65. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Minat Belajar Ppkn Dengan Kbk Pada Siswa Kelas IV SDN Jati Ii Kec. Sawangan Kab. Magelang Th 2003/2004 - 04

66. Prop. Upaya Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai Pelajaran Muatan Lokal Di SDN Percobaan 4 Wates - 01

67. Prop. Kelas Melalui Perpustakaan Dapat Meningkatkan Belajar Bagi Siswa Di Kelas IV - 01

68. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Peranan Alat Peraga Terhadap Peningkatan Minat Belajar Matematika - 01

69. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penggunaan Media Pengajaran (Alat Peraga) - 01

70. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Pada Anak Kelas V SDN Singamerta I Melalui Metode Inkuiri - 03

71. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa Kelas IV SDN Kutayasa I Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Diskoveri-Inkuiri - 04

72. Prop. Penelitian Upaya Keaktifan Siswa Belajar IPA Kelas IV SD Pesangkalan Ii Melalui Pendekatan Ketrampilan Proses - 04

73. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Dengan Media Pengajaran Di SD Gondangsari IV Kelas IV - 04

74. Prop. Penelitian Meningkatkan Gairah Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ips Dengan Menggunakan Media Gambar - 01

75. Laporan Hasil Observasi Penataan Kelas Di Tk Aba Godongkuning Banguntapan - 02

76. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Pucang 02 Banjarnegaramelalui Penggunaan Media Gambar Seri - 04

77. Pembelajaran Bahasa Terpadau Dapat Meningkatkan Kemampuan Berbsa Siswa SD Di Kelas 2 SDN Wanolelo I Sawangan Magelang - 03

78. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Kemampuan Berbicara Siswa Melalui Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Bongkot - 05

79. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran - 05

80. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Metode Quantum Teaching - 05

81. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Pemberian Penguatan - 05

82. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Daya Kreativitas Pada Anak SD Melalui Metode Pemberian Tugas - 05

83. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Ketrampilan Menulis Lanjut Melalui Media Gambar - 05

84. Upaya Menimbulkan Keantusiasan Siswa Dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra Indonesia Di SD Melalui Metode Quantum

85. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Evaluasi Efektivitas Penggunaan Metode Pembelajaran Pkps Di Kelas V SDN Godongkiwo - 06

86. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Bimbingan Karir Di SDN Kedung Pomahan Desa Kedung Pomahan Kec. Kemiri Kab. Purworejo – 06

87. Upaya Meningkatkan Penerapan Konsep Pelajaran Ppkn Melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Dengan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat – 05

88. Upaya Menimbulkan Keantusiasan Siswa Dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra Indonesia Di SD Melalui Metode Quantum Teaching - 06

89. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Mengatasi Kenakalan Anak Yang Mencari Perhatian Di Kelas Ii SDN Ngupasan Purworejo Dengan Bimbingan Moral - 05

90. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Bimbingan Karir Di SDN Krakitan Iii Kec. Bayat Kab. Klaten – 06

91. Makalah Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Minat Siswa Belajar Ekonomi Melalui Metode Pemberian Tugas Terstruktur Prapembelajaran - 06

92. Prop. Penelitian Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar IPA Dengan Pendekatan Ketrampilan Proses Di SD Plipir Purworejo - 05

93. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Minat Siswa Terhadap Pelajaran Matematika Melalui Pendekatan Cooperative Learning - 04

94. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengungkapkan Pendapat Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Metode Diskusi Pada Siswa Kelas IV SDN Jatimulyo Kebumen – 04

95. Prop. Penelitian Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Melalui Pendekatan Ketrampilan Proses - 04

96. Prop. Penelitian Upaya Meningkatkan Ketrampilan Berbahasa Lisan Siswa Kelas V SD Mi Maarif Ambarketawang Menggunakan Metode Diskusi Th Pelajaran 2004/2005 - 04

97. Prop. Penelitian Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Melalui Cara Repetitif Atau Pengulangan Dalam Pelajaran Matematika – 03/04

98. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Peningkatan Keberwacanaan Melalui Efektivitas Sastra Siswa Kelas Iii SD - 03

99. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Melalui Alat Peraga Gambar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas Ii SDN I Kemangkon - 03

100. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Belajar Mengajar Yang Efektif Dalam Pembelajaran IPA Di Kelas Vi Dengan Sistem Cara Belajar Siswa Aktif (Cbsa) - 03

101. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Ketrampilan Menulis Siswa Di Kelas V SD Melalui Pembelajaran Holistik - 03

102. Prop. Penelitian Tindakan Kelas Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pemberian Penguatan Di SDN I Grantung - 03

103. Prop. Penelitian Upaya Guru Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Dengan Media Gambar Berseri Di SDN Bapangsari Purworejo - 04
Diposkan oleh Palm Baru di 20:42

SISTEMATIKA PROPOSAL PTK



1. JUDUL
Judul PTK hendaknya dinyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat, jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTK bukan sosok penelitian formal.
2. LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam latar belakang permasalahan ini hendaknya diuraikan urgensi penanganan permasalahan yang diajukan itu melalui PTK. Untuk itu, harus ditunjukkkan fakta – fakta yang mendukung, baik yang berasal dari pengamatan guru selama ini maupun dari kajian pustaka. Dukungan berupa hasil penelitian –penelitian terdahulu, apabila ada juga akan lebih mengokohkan argumentasi mengenai urgensi serta signifikansi permasalahan yang akan ditangani melalui PTK yang diusulkan itu. Karakteristik khas PTK yang berbeda dari penelitian formal hendaknya tercermin dalam uraian di bagian ini.
3. PERMASALAHAN
Permasalahan yang diusulkan untuk ditangani melalui PTK itu dijabarkan secara lebih rinci dalam bagian ini. Masalah hendaknya benar – benar di angkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTK. Sebaliknya permasalahan yang dimaksud seyogyanya bukan permasalahan yang secara teknis metodologik di luar jangkauan PTK. Uraian permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis masalah serta diikuti dengan refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu di tangani itu nampak menjadi perumusan masalah tersebut. Dalam bagian ini dikunci dengan perumusan masalah tersebut. Dalam bagian inipun, sosok PTK harus secara konsisten tertampilkan.
4. CARA PEMECAHAN MASALAH
Dalam bagian ini dikemukakan cara yang diajukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Alternatif pemecahan yang diajukan hendaknya mempunyai landasan konseptual yang mantap yang bertolak dari hasil analisis masalah. Disamping itu, juga harus terbayangkan kemungkinan kemanfaatan hasil pemecahan masalah dalam rangka pembenahan dan/atau peningkatan implementasi program pembelajaran dan/atau berbagai program sekolah lainnya.Juga harus dicermati artikulasi kemanfaatan PTK berbeda dari kemanfaatan penelitian formal.
5. TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan PTK hendaknya dirumuskan secara jelas.paparkan sasaran antara dan akhir tindakan perbaikan.perumusan tujuan harus konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan dalam bagian – bagian sebelumnya. Dengan sendirinya,artikulasi tujuan PTK berbeda dari tujuan formal. Sebagai contoh dapat dikemukakan PTK di bidang IPA yang bertujuan meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran IPA melalaui penerapan strategi PBM yang baru, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar mengajar dan sebagainya. Pengujian dan/atau pengembangan strategi PBM baru bukan merupakan rumusan tujuan PTK. Selanjutnya ketercapaian tujuan hendaknya dapat diverfikasi secara obyektif.Syukur apabila juga dapat dikuantifikasikan.
Disamping tujuan PTK, juga perlu diuraikan kemungkinan kemanfaatan penelitian. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik keuntungan – keuntungan yang dijanjikan, khususnya bagi siswa sebagai pewaris langsung (direct beneficiaries) hasil PTK, di samping bagi guru pelaksana PTK, bagi rekan – rekan guru lainnya serta bagi para dosen LPTK sebagai pendidik guru. Berbeda dari konteks penelitian formal, kemanfaatan bagi pengembangan ilmu. Teknologi dan seni tidak merupakan prioritas dalam konteks PTK, meskipun kemungkinan kehadirannya tidak ditolak.
6. KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Pada bagian ini diuraikan landasan substantive dalam arti teoritik dan/atau metodologik yang dipergunakan peneliti dalam menentukan alternative, yang akan diimplementasikan. Untuk keperluan itu, dalam bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti pelakju PTK sendiri nyang relevan maupun pelaku – pelaku PTK lain disamping terhadap teori – teori yang lazim termuat dalam berbagai kepustakaan. Argumentasi logic dan teoretik diperlukan guna menyusun kerangka konseptual. Aras kerangka konseptual yang disusun itu, hipotesis tindakan dirumuskan.
7. RENCANA PENELITIAN
a. Setting penelitian dan karakteristik subjek penelitian
Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan, di kelas berapa dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa pria dan wanita. Latar belakang sosial ekonomi yang mungkin relevan dengan permasalahan,tingkat kemampuan dan lain sebagainya. Aspek substantive permasalahan seperti Matematika kelas II SMPLB atau bahasa inggris kelas III SMLB, juga dikemukakan pada bagian ini.
b. Variabel yang diselidiki
Pada bagian ini ditentukan variabel – variabel penelitian yang dijadikan titik – titik incar untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya; (2) variabel proses pelanggaran KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) varaibel output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.
c. Rencana Tindakan
Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran, seperti :
1) Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan entry behavior. Pelancaran tes diagnostic untuk menspesifikasi masalah. Pembuatan scenario pembelajaran, pengadaan alat – alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain – lin yang terkait bdengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan alternative – alternative solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah. Format kemitraan antara guru dengan dosen LPTK juga dikemukakan pada bagian ini.
2) Implementasi Tindakan yaitu deskripsi tindakan yang akan di gelar. Scenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan.
3) Observasi dan Interpretasi yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang.
4) Analisis dan Refleksi yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan daur berikutnya.
d. Data dan cara pengumpulannya
Pada bagian ini ditunjukkan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. Format data dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya.
Di samping itu teknik pengumpilan data yang diperlukan juga harus diuraikan dengan jelas seperti melalui pengamatan partisipatif, pembuatan juranal harian, observasi aktivitas di kelas (termasuk berbagai kemungkinan format dan alat bantu rekam yang akan digunakan)penggambaran interaksi dalam kelas (analisis sosiometrik), pengukuran hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen dan sebagainya.selanjutnya dalam prosedur pengumpulan data PTK ini tidak boleh dilupakan bahwa sebagai pelaku PTK, Para guru juga harus aktif sebagai pengumoul data, bukan semata – mata sebagai sumber data.
Akhirnya semu teknologi pengumpulan data yang digunakan harus mendapat penilaian kelaikan yang cermat dalam konteks PTK yang khas itu. Sebab meskipun mungkin saja memang menjanjikan mutu rekaman yang jauh lebih baik. Penggunaan teknologi perekaman data yang canggih dapat saja terganjal keras pada tahap tayang ulang dalam rangka analisis dan interpretasi data.
e. Indikator kinerja
Pada bagaian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindak perbaikan melalui PTK yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan dalam bentuk pengurangan (njumlah jenis dan atau tingkat kegawatan)miskonsepsi yang tertampilkan yang patut diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud.
f. Tim peneliti dan tugasnya
Pada bagian ini hendaknya dicantumakan nama – nama anggota tim peneliti dan uraian tugas peran setiap anggota tim peneliti serta jam kerja yang dialokasikan setiap minggu untuk kegiatan penelitian.
8. JADWAL PENELITIAN
Jadwal kegiatan penelitian disusun dalam matriks yang menggambarkan urutan kegiatan dari awal sampai akhir.
9. RENCANA ANGGARAN
a. Komponen – komponen pembiayaan
Rencana anggaran meliputi kebutuhan dukungan financial untuk tahap persiapan pelaksanan penelitian, dan pelaporan.
Secara lebih rinci, pembiayaan yang termasuk dalam setiap bidang adalah sebagai berikut :
1) Persiapan
Kegiatan persiapan antara lain meliputi pertemuan anggota tim peneliti untuk menetapkan jadwal penelitian dan pembagian kerja, menyusun instrument penelitian, menetapkan format pengumpulan data, menetapkan teknik analisis data, dan sebagainya.
2) Kegiatan operasional di lapangan
Dalam kegiatan operasional dapat tercakup antara lain pelancaran tes diagnostic dan analisis hasilnya, gladi resik implementasi tindakan, perbaikan, pelaksanaan tindakan perbaikan, observasi dan interpretasi pelaksanaan tindakan perbaikan, pertemuan refleksi, perencanaan tindakan ulang, dan sebagainya.
3) Penyusunan Laporan Hasil PTK
Pembiayaan yang termasuk dalam bagian ini adalah penyusunan konsep laporan, review konsep laporan, penyusunan konsep laporan akhir. Seminar local hasil penelitian, seminar nasional hasil penelitian, dan sebagainya. Juga termasuk dalam pembiayaan adalah penggandaan dan pengiriman laporan hasil PTK, serta pembuatan artikel hasil PTK dalm bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
4) Cara Merinci Kegiatan dan Pembiayaan
Biaya penelitian harus dirinci berdasarkan kegiatan operasional yang dijabarkan dari metodologi yang dikemukakan. Agar dapat dihitung biayanya, kegiatan operasional itu harus jelas namanya, tempatnya, lamanya, jumlah pesertanya. Sarana yang diperlukan dan output yang diharapkan.
Beberapa patokan pembiayaan satuan kegiatan penelitian
* Honorarium
1. Ketua Peneliti
2. Anggota tim peneliti
3. Tenaga Administrasi
Besarnya honorarium tergantung pada sumber pandanaan
*Bahan dan Peralatan penelitian
1. Bahan habis pakai
2. Alat habis
3. Sewa alat
* Perjalanan
1. Biaya perjalanan sesuai dengan ketentuan
2.Transportasi local sesuai harga setempat
3. Lumpsum termasuk konsumsi sesuai dengan ketentuan
4. Monitoring dari PGSM minimal untuk satu orang, satu kali, selama dua hari
5. Konsultasi ketua tim peneliti ke PGSM selama dua hari
*Laporan Penelitian
1. Penggandaan
2. Penyusuinan artikel berbahasa Indonesia dan inggris
3. Pengiriman
* Seminar
1. Seminar lokal, konsumsi sesuai harga setempat, biaya penyelenggaraan sesuai dengan harga setempat
2. Seminar nasionala minimal untuk dua orang (satu dosen LPTK dan satu guru pelaku PTK)
10. DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka disusun menurut urutan abjad pengarang . hendaknya pustaka benar – benar relevan dan sungguh – sungguh dipergunakan dalam penelitian.
11. LAMPIRAN DAN LAIN – LAIN
Bagian lampiran dapat berisi curriculum vitae ketua dan para anggota tim inti. Curriculum vitae tersebut memuat identitas ketua anggota tim peneliti, riwayat pendidikan, pelatihan di bidang penelitian yang telah pernah diikuti, baik sebagai penatar/pelatih maupun sebagai peserta, dan pengalaman dalam penelitian termasuk di PTK.
Hal – hal lain yang dapat memperjelas karakteristik kancah PTK yang diusulkan dapat disertakan dalam usulan penelitian ini.



01

TENGAHGEDICENTER






TULISANE





Read More......